Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak hanya berfokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada kesehatan fisik dan penguatan ikatan sosial di tengah masyarakat. Sebagai lembaga yang fokus pada pendidikan non-formal dan pemberdayaan masyarakat, sebuah inisiatif baru kini dihadirkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan harmonis. Upaya menciptakan Sinergi Lewat Olahraga diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai bagi warga dari berbagai lapisan usia. Langkah ini diambil karena aktivitas fisik kolektif terbukti menjadi media yang paling efektif untuk mempererat tali persaudaraan dan meredam potensi konflik sosial di lingkungan pemukiman.
Pembangunan sebuah Fasilitas Sport Center yang lengkap kini menjadi pusat perhatian warga sekitar. Area yang luas ini mencakup berbagai lapangan olahraga, mulai dari bulu tangkis, bola basket, hingga area latihan senam bersama. Kehadiran pusat kebugaran ini bertujuan untuk memberikan akses bagi masyarakat yang selama ini mungkin kesulitan menemukan tempat olahraga yang layak dan terjangkau. Dengan adanya fasilitas yang memadai, warga terdorong untuk menerapkan gaya hidup sehat di tengah padatnya aktivitas harian, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat secara keseluruhan.
Proyek yang diinisiasi oleh PKBM ini dirancang dengan konsep yang sangat inklusif. Artinya, tempat ini tidak hanya diperuntukkan bagi para siswa didik, tetapi juga dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat umum, kelompok pemuda, hingga para lansia yang ingin menjaga kebugaran tubuh mereka. Konsep ini menciptakan interaksi yang positif antara lembaga pendidikan dengan warga sekitar. Di lapangan olahraga inilah, berbagai sekat sosial hilang, digantikan oleh semangat sportivitas dan kerjasama tim. Hubungan yang harmonis antara warga dan lembaga pendidikan menjadi pondasi kuat bagi keamanan dan ketertiban lingkungan yang lebih stabil.
Secara teknis, penggunaan gedung yang bersifat Serbaguna ini memungkinkan berbagai kegiatan selain olahraga dapat dilakukan di tempat yang sama. Area ini dapat diubah menjadi ruang pertemuan warga, lokasi festival seni budaya, hingga tempat pelatihan keterampilan praktis saat tidak digunakan untuk aktivitas atletik. Fleksibilitas fungsi ini sangat penting untuk memaksimalkan penggunaan anggaran pembangunan agar dapat dirasakan manfaatnya secara multifungsi oleh publik. Pengelolaan gedung juga dilakukan secara mandiri oleh tim relawan dari warga setempat, yang secara tidak langsung mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap aset publik.